Kecepatan Pengambilan Keputusan Kepala Puskesmas di Era Pandemi Covid-19

Hnewsfoto/2021

Hnews.id | Tepat pada tanggal 2 Maret 2020, temuan kasus Covid-19 yang pertama kali di Indonesia. Ada dua warga Indonesia yang berdomisili di Depok diketahui positif Covid-19. Sejak saat itu kasus Covid-19 secara komulatif, bertambah kasusnya. Tercatat data dari Kemenkes RI tanggal 4 Mei 2021, kasus Positif sebanyak 1.686.373 jiwa, pasien sembuh 1.541.9149 jiwa, pasien meninggal sebanyak 46.137 jiwa. Berkaitan dengan ini banyak kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah, dalam rangka pencegahan dan pengendalian virus Covid-19.

Dalam pencegahan dan pengendalian virus Covid-19 ini, pemerintah bersandar kepada aturan yang berlaku, diantaranya; UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Namun karena Covid-19 ini adalah pandemi baru, sudah pasti kedua undang-undang tersebut belum bisa berbuat banyak untuk menyelesaikannya. Sehingga Presiden salah satunya mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan 2019 Corona Virus Disease dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19.

Tentunya bagi tenaga kesehatan, pandemi Covid-19 ini, ibarat bom waktu, bagaimana tidak banyak tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan dan non kesehatan lainnya kewalahan menangani pasien Covid-19 yang tiap hari bertambah jumlah kasusnya secara komulatif. Pemerintah sangat ber hati-hati akan hal ini, sehingga diperlukan kecepatan respon kebijakan terhadap perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi. Perubahan kebijakan satu dengan kebijakan yang lain tentunya akan terjadi, dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi kondisi yang ada. Kita tahu barangkali ada kebijakan yang punya kekuarangan, sehingga sedikit bermasalah di lapangan saat mengimplementasikannya. Sebagai contoh kasus kebijakan pemerintah tentang test Swab PCR yang harus dilakukan pada orang yang kontak langsung dengan pasien positif. Satu orang yang positif saja bisa 10-20 orang kontak eratnya, jika satu hari jumlah kasus positif Covid-19 di suatu puskesmas mencapai puluhan orang mungkin kontak erat nya bisa sampai ratusan orang jumlahnya. Namun ketersediaan alat swab PCR dan penggunaan di puskesmas terbatas tiap minggunya.

Dengan keadaan seperti ini, perlu kesigapan dan kepiawaian para kepala Puskesmas dalam manajemen kasus dan implementasi kebijakan di infrastruktur terbawah. Kepala Puskesmas sebagai leader dituntut inovasi strategis, sehingga tenaga kesehatan yang berada di bawah kendalinya akan lebih tenang dalam bekerja. Seperti yang disampaikan para ahli manajemen, bahwa “seorang pemimpin yang bijaksana dapat dengan segera mengatasi masalah dan mencari jalan keluarnya, tanpa menimbulkan masalah baru”. Mungkin salah satu kebijakan ada, yang Puskesmas laksanakan adalah bagi kontak erat yang memiliki gejala, maka dilakukan swab PCR di puskesmas, untuk kontak erat yang tidak memiliki gejala maka disarankan untuk melakukan swab PCR secara mandiri di luar puskesmas, dan pastinya melakukan karantina mandiri untuk selanjutnya. Kemudian jika hasil swab PCR kontak erat yang bergejala tadi ternyata positif, maka kontak erat yang sebelumnya dengan yang positif tadi, akan dilakukan test swab PCR di puksesmas jika belum melakukan swab secara madiri di luar Puskesmas. Harapan penulis, ini menjadi bahan learning bagaimana seorang pemimpin membuat kebijakan atau keputusan sesegera mungkin agar masalah yang di hadapi cepat terselesaikan. Semoga dengan adanya kebijakan dapat diseimbangkan pula dengan keadaan yang ada, agar suatu kebijakan tidak memberatkan pihak yang melaksanakan kebijakan tersebut. Dan semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu, dan seluruh masyarakat bisa beraktifitas seperti sediakala.

Related posts