Pandemi Covid-19 Dapatkah Memicu Stress ?

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Dunia saat ini sedang menghadapi pandemi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (virus Corona) dan infeksinya yang disebut Covid-19. Menurut para ahli virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019 dan telah menyebar dengan cepat ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri secara resmi kasus pertama Covid-19 diumumkan di Istana Negara tanggal 2 Maret 2020. Saat pertama kali virus ini ada pertama kali di Indonesia, berbagai macam respons dari masyarakat. Ada yang peduli dengan menerapkan pola hidup sehat, tetapi ada juga yang tidak peduli. Virus Covid-19 menyebar sangat cepat ke berbagai daerah di Indonesia, sehingga mau tidak mau Pemerintah melakukan tindakan segera untuk memutus penularan virus Covid-19 dan melakukan tidakan cepat dalam pencegahan terhadap virus ini.

Pandemi virus corona (Covid-19) sampai saat ini masih menghantui Indonesia. Sejak kasus pertama diumumkan, secara komulatif pasien positif terus terjadi. Dikutip dari laman resmi kemkes.go.id, hingga Sabtu 03 Mei 2021, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 1.682.004. Diikuti pula dengan pasien dinyatakan sembuh sebanyak 1.535.491 dan 45.949 pasien lainnya meninggal dunia. Tentu angka tersebut dinilai sangat besar, mengingat kasus pertama ada pada awal Maret tahun lalu. Terhitung saat ini masalah Covid-19 sudah menembus satu juta kasus.

Seperti yang diketahui Covid-19 termasuk bencana non alam, yang berdampak pada lumpuhnya perekonomian dunia termasuk indonesia. Sebagai salah satu upaya penekanan penyebaran Covid-19, Presiden Joko Widodo menetapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak hanya menerapkan PSBB, pemerintah menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) untuk menekan penyebaran Covid-19. Pun juga hari-hari belakangan ini juga terus menerus melakukan program vaksin di berbagai daerah dalam rangka juga memutus rantai penyebaran Covid-19. Namun, angka positif Covid-19 masih juga terjadi.

Disisi lain dengan adanya pandemi Covid-19 ini, juga sepertinya memicu kondisi stress bagi sebagian besar orang, dan dampaknya bisa jadi sama parahnya dengan dampak yang ditimbulkan jika terinfeksi virus Corona itu sendiri. Menurut para ahli, ketakutan akan kematian merupakan konflik psikologis dasar pada manusia dan sesuai dengan Teori Manajemen Teror, “ketakutan akan kematian yang tidak pasti datangnya membuat manusia melakukan berbagai hal untuk mempertahankan kehidupannya”. Adanya Covid-19 tentu membuat teror yang dirasakan semakin intens.

Gangguan kesehatan Mental dapat menjadi salah satu dampak yang akan mengancam masyarakat selama Pandemi Covid-19 berlangsung. Bisa jadi dengan adanya prosedur menjalani masa karantina, bagi sebagian orang akan berpotensi mengalami gangguan psikis jika tidak mendapatkan dukungan dari orang sekitar, terutama dukungan keluarga. Gangguan kesehatan mental yang serius juga bisa terjadi akibat adanya kematian yang semakin meningkat, kemiskinan yang di akibatkan hilangnya pekerjaan dan kegelisahan yang berlebih pada individu. Terhadap kondisi ini salah seorang anggota Satgas COVID-19 Psikolog Jawa Barat, Amalia Darmawan menjelaskan bahwa penyebab gangguan mental yang dialami masyarakat di era pandemi Covid-19 ini, disebabkan karena perasaan ketidakpastian yang menyerang pikiran mereka. Kejadian ini belum pernah kita hadapi sebelumnya dan tidak ada yang pernah tahu kapan semua ini akan berakhir dan seperti apa setelahnya. Hal tersebut memunculkan berbagai persepsi yang tidak menentu di dalam pikiran kita dan juga kita dihadapkan oleh banyak kebiasaan baru yang benar-benar berbeda drastis dari kehidupan normal sebelumnya.

Keadaan stress yang dialami oleh seseorang akan menimbulkan efek yang kurang menguntungkan baik secara psikologis maupun fisiologis. Stress merupakan bentuk reaksi psikologis yang normal terjadi, jika terjadi peningkatan beban kehidupan, seperti beban pekerjaan. Stress timbul sebagai peringatan diri kita sendiri bahwa otak mengalami tekanan yang berlebihan. Munculnya stress pada situasi seperti ini adalah sesuatu yang wajar. Manusia adalah makhluk yang dilengkapi kemampuan untuk beradaptasi dan stress merupakan salah satu mekanisme dalam proses adaptasi tersebut. Diharapkan masyarakat tidak terlalu menanggapi hal tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan. Jangan telalu paranoid dalam memandang situasi sekarang ini. Misalnya dengan menyeleksi pemberitaan mengenai Covid-19 ini.

Dalam situasi ini, kita tetap perlu update mengenai kondisi terkini, namun informasi tersebut tetap perlu dipilah. Ambil informasi dari sumber yang terpercaya, jangan gampang percaya berita-berita Covid-19 begitu saja. Itu juga menjadi salah satu pemicu stress di dalam pikiran kita. Berdamai dengan keadaan yang ada menjadi salah satu kiat yang disampaikan oleh Amalia Darmawan, untuk tetap menjaga kesehatan mental. Stress adalah masalah bagaimana memandang atau melihat sudut pandang. Masyarakat sudah seharusnya mematuhi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, dalam hal pandemi Covid-19 ini. Diharapkan masyarakat sadar akan keadaan yang sedang dialami, dengan kebiasaan baru ini diharapkan mampu menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, kondisi psikis dan selalu waspada dan menaati protokol kesehatan yang ada. Bukan demi kesehatan pribadi masing-masing, tetapi demi kesehatan bersama.

Related posts