Seorang Leader yang Mumpuni di Puskesmas

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Salah satu upaya dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan secara menyeluruh di Indonesia, dikeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Permenkes ini menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Selain itu Permenkes ini juga mengatur tentang Sumber Daya Manusia yang ditempatkan di Puskesmas.

Seperti yang kita ketahui Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam sebuah organisasi Puskesmas. Sumber daya manusia menjadi tolak ukur keberhasilan organisasi Puskesmas di masa sekarang maupun mendatang. Dalam sebuah organisasi Puskesmas peran kepemimpinan yang baik sangat diperlukan. Kepemimpinan adalah sebuah seni, setiap orang sebagai pemimpinPuskesmas bisa menerapkan sesuai dengan kapasitas dan karakteristik masing-masing. PemimpinPuskesmas akan mempengaruhi pola perilaku orang yang dipimpinnya, untuk mewujudkan suatu tujuan yang sama didalam sebuah organisasi Puskesmas.

Sehubungan dengan munculnya permasalahan Covid-19 di Indonesia. Wabah Covid-19 ini menjadi perhatian penting bagi para pemimpin di Indonesia. Termasuk para pemimpin Puskesmas yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Diharapkan para pemimpinPuskesmas dapat mencegah penyebaran wabah Covid-19 ini. Oleh karena itu pemimpinPuskesmas harus mampu menyusun berbagai macam strategi agar dapat meminimalisasi dampak yang ditimbulkan wabah Covid-19, khususnya di wilayah kerja Puskesmas masing-masing.

Menurut Armstrong (2013), kepemimpinan adalah suatu kegiatan melalui orang lain jika ada sasaran untuk dicapai, jika suatu tugas harus dilaksanakan dan jika lebih dari satu orang diperlukan untuk melakukannya. Seorang pemimpin harus memainkan peranan yang sangat di dalam organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik akan meningkatkan kinerja para stafnya dan kinerja organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin harus memperhatikan kinerja bawahan dan memberikan dukungan untuk peningkatan kinerja, baik berupa pemberian motivasi maupun penghargaan bagi bawahannya yang memiliki disiplin kerja yang tinggi.  Maxwell (1995) juga mengungkapkan setiap orang mempengaruhi dan dipengaruhi orang lain. artinya semua orang punya kesempatan untuk memimpin bidang apapun, tergantung dari kapasitas pribadi mereka masing-masing.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsi organisasi Puskesmas diperlukan peran pemimpin Puskesmas (Kepala Puskesmas) yang bertindak kreatif, inovatif sesuai dengan kewenangan yang dimilikinya. Jika menelaah dan menganalisa tugas, fungsi dan kewenangan yang ada pada kepala Puskesmas, tentunya diperlukan kepala Puskesmas yang benar-benar memahami ilmu kesehatan masyarakat, menajemen dan teknologi kesehatan masyarakat. Bila organisasi Puskesmas dipimpin oleh seseorang yang tidak paham akan hal-hal tersebut maka akan mempengaruhi jalannya sebuah organisasi Puskesmas untuk berkinerja dalam melayani kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Diharapkan para Kepala Puskesmas mampu memimpin wilayah kerjanya masing-masing, sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat semakin berkualitas dan angka kesakitan masyarakat di wilayah kerjanya semakin menurun dan masyarakatnya sehat. Selain itu kepala Puskesmas harus mampu mewujudkan perubahan di wilayah kerja Puskesmas yang menjadi tanggung jawabnya, membangun komunikasi yang efektif, membuat sistem dan jaringan kerja yang baik, mampu mempengaruhi masyarakat untuk hidup sehat, mempunyai komitmen yang kuat, punya keteladanan, kedisiplinan yang baik, dan selalu optimis dalam setiap langkah kepemimpinan.

Related posts