Peran Keluarga di Tengah Pandemi Covid-19

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Akhir-akhir ini dunia di hebohkan dengan virus Covid-19. Di masa pandemi COVID-19, keluarga menjadi isu yang sering dibicarakan, terutama banyaknya pasien COVID-19 sampai kasus yang meninggal senantiasa diinformasikan di berbagai media cetak dan elektronik.  Adanya penderita dan korban meninggal dari anggota keluarga akibat COVID-19 merupakan salah satu contoh kasus dari faktor risiko bagi keluarga. Jumlah pasien dan korban memicu kekhawatiran semua pihak terhadap dahsyatnya transmisi Covid-19. Inilah yang memicu pemerintah untuk menerbitkan kebijakan, yang pada dasarnya melindungi anggota keluarga dari transmisi Covid-19, seperti penutupan sekolah, jarak fisik, pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan bekerja dari rumah (WFH).

Kedudukan keluarga sangat diperlukan dalam permasalahan ini, keluarga jadi tameng ataupun sumber pembelajaran utama bagi seseorang dalam menempuh kehidupannya. Bahwa keluarga merupakan institusi sosial terkecil di masyarakat yang mempunyai peran sangat besar dalam pembentukan sumberdaya manusia berkualitas.  Keluarga adalah institusi pertama dan utama dalam mendidik, melindungi serta memelihara anak-anaknya, baik laki-laki maupun perempuan sesuai dengan nilai-nilai keluarga, norma masyarakat dan agama yang dianut sehingga dihasilkan generasi tangguh. Generasi tangguh inilah yang akan menjadi calon pemimpin bangsa serta pemegang roda pembangunan di masa depan. Sehingga tidak salah, ada kalimat yang indah yakni “institusi keluarga ialah pilar serta pondasi bangsa”, tetapi kalimat itu pula akan bisa menjadi mengkhawatirkan kita, apabila pondasi keluarga tidak kokoh. Pastinya bila keluarga tidak mempunyai pondasi yang kokoh, tentunya landasannya akan keropos.

Berbagai kebijakan Pemerintah tersebut cukup membuktikan, bahwa permasalahan Covid-19 ini membutuhkan perhatian, penanganan serius, dan kerjasama yang solid dari seluruh elemen bangsa Indonesia. Sayangnya selama ini hanya Pemerintah yang berperan menghadapi peliknya problematika Covid-19. Padahal mustahil membebankan persoalan Covid-19 kepada Pemerintah saja. Karena itu sudah sewajarnya bukan cuma pemerintah yang bergerak dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia, tetapi juga lapisan masyarakat sipil (Suryani, 2020). Menghadapi Covid-19 yang melibatkan partisipasi masyarakat sipil dapat dimulai dari unit terkecilnya, yaitu keluarga. Mengingat sebagai lembaga sosial terkecil, menurut Santika, 2019 bahwa keluarga merupakan miniatur masyarakat yang kompleks. Pendapat ini juga diperkuat oleh Aziz, 2017, artinya keluarga ialah institusi terkecil dari suatu masyarakat yang memiliki struktur sosial dan sistem tersendiri…”.

Sebagai unit terkecil dari masyarakat, keluarga sebenarnya memiliki peran strategis dalam menghadapi Covid-19. Keluarga pada situasi seperti ini adalah sebagai sistem pertahanan pertama dan utama bagi negara dalam mencegah meluasnya penularan Covid-19. Hal ini penting menurut Rustina, 2014, mengingat setiap keluarga berfungsi sebagai pengantar pada masyarakat besar, dan penghubung pribadi-pribadi dengan struktur sosial yang lebih besar. Peran yang melekat pada keluarga itulah yang perlu dioptimalkan sebagai strategi preventif dalam menghadapi Covid-19. Bila setiap keluarga di Indonesia benar-benar memainkan perannya secara optimal, niscaya kerja keras Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 tidak akan sia-sia.

Dengan demikian, upaya pemerintah dalam mencegah penularan Covid-19 dapat dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Peran keluarga seperti kepala keluarga sangat dibutuhkan di tengah pandemi covid-19 ini. dimana kepala keluarga dapat menekan anak-anaknya untuk tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang mendadak. Peran keluarga sangat dibutuhkan untuk mengajarkan anak-anak untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang sehat seperti rajin mencuci tangan, selalu menggunakan masker, dan menjaga jarak dengan orang sekitar. Dengan diajarkannya pola hidup sehat ini diharapkan dapat memutus rantai penularan virus corona dan tidak merugikan pihak manapun.

Related posts