Hentikan Laju Virus, Stay at Home

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Mudik lebaran, tradisi masyarakat Indonesia ketika akhir-akhir Ramadhan. Ajang silaturahmi kumpul keluarga dan sanak saudara dari para perantau untuk pulang ke kampung halamannya. Namun semenjak masa terkonfirmasinya virus corona di bulan maret tahun 2020 yang lalu,  aktivitas masyarakat pun dibatasi. Masyarakat dianjurkan untuk melakukan aktivitas di rumah. Aktivitas sekolah, bekerja semuanya dilakukan secara virtual.

Tahun 2021 ini, pemerintah memberlakukan lagi kebijakan larangan mudik lebaran, seperti tahun sebelumnya. Aturan pelarangan mudik lebaran tahun ini, akan lebih ketat dibanding tahun sebelumnya. Juru bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, mengatakan bahwa kebijakan larangan mudik lebaran berlaku di seluruh wilayah mulai tanggal 6-17 Mei 2021. Melarang pengoperasian seluruh alat transportasi darat, laut, udara, bahkan kereta api, kecuali bagi masyarakat yang melakukan perjalanan kedinasan atau keperluan mendesak lainnya. Bahkan menurutnya libur lebaran tahun ini telah membuat dua kali lipat titik penyekatan di sejumlah jalur, yang kemungkinan ramai dilalui pemudik. Jika ada pengendara yang tidak memenuhi syarat seperti tugas berdinas atau keperluan penting lainnya yang mengharuskan pergi keuar kota, maka petugas yang berjaga akan menyuruh pengendara untuk memutar balik, kembali ke daerahnya. Namun jika ada pemudik yang berhasil lolos dari pengawasan petugas yang berjaga dan sampai di kampung halamannya, maka hal tersebut menjadi tanggung jawab kepala daerah setempat untuk melakukan karantina terhadap si pengendara tersebut. Aturan ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19.

Namun hal tersebut tidak membuat masyarakat yang khususnya bekerja di jabodetabek menyerah begitu saja. Sebagian dari mereka ada yang memang sengaja pulang mudik lebih awal sebelum tanggal 6 mei, karena sebelum tanggal tersebut kebijakannya belum diberlakukan. Bahkan ada juga yang lolos dan bisa pulang ke kampung halamannya dengan berbagai cara seperti pemalsuan surat dinas, berpura-pura membawa sembako atau sayuran di motornya supaya nantinya petugas yang berjaga mengira sipengendara merupakan warga setempat, bukan berasal dari luarkota dan berbagai cara lainnya mereka lakukan agar bisa pulang dan sampai kampung halamannya.

Penyebaran virus covid-19 dapat juga terjadi, karena aktivitas masyarakat yang berkerumun, berkumpul,  tidak menjaga jarak dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang tidak mudik, tapi memadati tempat wisata yang buka, juga akan mempercepat penyebaran virus. Penulis berkeyakinan bahwa dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dimana saja masyarakat berada, maka akan bisa menghentikan lajunya virus Covid-19. Semoga…

Related posts