Mengenyahkan Covid-19

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian sampai saat ini. Kasus Covid-19 di Indonesia masih terjadi. Masih banyak masyarakat yang belum mematuhi anjuran pemerintah untuk senantiasa menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Bisa kita lihat kerumunan-kerumunan masih terjadi di sekitar kita. Padahal larangan untuk tidak berkerumun sudah di sampaikan oleh pemerintah. Masih banyak yang belum sadar akan pentingnya protokol kesehatan saat masa pandemi ini. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan melalui instruksi presiden tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Instruksi presiden ditinjau dari sisi administrasi negara, dipandang lebih praktis dan efektif digunakan sebagai instrumen pemerintahan dibandingkan dengan peraturan perundang-undangan yang lain. Hal ini dikarenakan meskipun instruksi presiden tidak berada di dalam sistematika hierarki peraturan perndang-undangan, tetapi instruksi presiden ini di anggap lebih tegas dalam menyampaikan kehendak pembuatnya.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kebijakan merupakan suatu tindakan yang di ambil oleh pengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu masalah yang ada. Pemerintah dan lembaga legislatif/DPR  lah yang memiliki wewenang dalam penetapan kebijakan tersebut. Tetapi di dalam negara demokrasi seperti Indonesia, seluruh pemangku kepentingan sekali pun rakyat bisa memberikan usulan atau mempengaruhi proses penyusunan kebijakan tersebut.

Peraturan perundang-undangan mengenai Covid-19 di Indonesia sudah cukup lengkap. Mulai dari dikeluarkannya Undang-Undang Karantina hingga peraturan operasional yang di keluarkan oleh para kepala daerah. Namun apakah kebijakan mengenai penanganan pandemi Covid-19 yang sudah di tetapkan oleh pemerintah mampu untuk menekan kasus Covid-19? Ini adalah pertanyaan mendasar, dalam rangka minimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Lebih dari setahun Indonesia di landa pandemi Covid-19, sepertinya wabah covid-19 belum juga padam. Jelas bahwa wabah penyakit ini pastinya sangat mengganggu kesehatan masyarakat, selain itu juga mengganggu perekonomian kita, dan menimbulkan efek domino pada sektor-sektor lain. Dampak dari pandemi ini masih belum bisa di atasi sepenuhnya dan tampaknya masyarakat juga sudah mulai bosan dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang ini.

Peningkatan kasus Covid-19, salah satunya penyebaran virus yang sangat cepat, baik dari hewan ke manusia ataupun dari manusia ke manusia. Proses penularan Covid-19 terjadi melalui proses pengeluaran droplet yang mengandung virus Covid-19 ke udara oleh seseorang yang terpapar virus, berupa bersin atau batuk. Droplet tersebut terhirup oleh manusia yang berada didekatnya melalui hidung atau mulut. Droplet akan masuk keparu-paru dan selanjutnya akan terjadi proses infeksi pada manusia yang sehat.

Guna meminimalisir peningkatan kasus Covid-19, berbagai tindakan pencegahan harus di lakukan oleh masyarakat dan yang di dukung oleh pemerintah. Mengingat belum adanya pengobatan yang efektif untuk kasus Covid-19 ini, menjadikan upaya pencegahan sebagai praktik terbaik untuk mengurangi peningkatan terjadinya kasus Covid-19. Upaya pencegahan terbaik salah satunya adalah dengan menghindari paparan virus Covid-19 ini, dengan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selain itu yang tidak kalah pentingnya untuk mencegah penyebaran Covid-19, adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan dalam 5 kata kunci di antaranya: Temukan, Tes, Isolasi Kasus, Karantina Kontak dan Pembatasan Sosial. Namun menurut hemat penulis, kunci utamanya ada di masyarakat di dalam pengendalian Covid-19 ini. Walaupun pemerintah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mengatasi Covid-19, tapi jika masyarakat tidak patuh dan menyadari sepenuhnya terhadap situasi yang ada, maka upaya mengenyahkan Covid-19 di bumi nusantara akan sia-sia belaka, kasus Covid-19 akan tetap ada.

Related posts