Penyalahgunaan Narkoba Merusak Cita-Citamu, Merusak Semuanya

Hnews.id | Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Obat-obatan lainnya. Selain disebut narkoba, dikenal juga dengan istilah lain yaitu Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya). Diatur dan tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Narkoba identik sekali dengan kalangan remaja (pelajar). Kalangan remaja ini sedang berada dimasa pubertas dimana ingin mencari jati dirinya dan ingin mengetahui segala hal, akan tetapi mereka belum bisa menilai baik buruknya sesuatu. Sekalinya mereka salah dalam menentukan pilihan atau pergaulan, maka akan terjebak ke situasi buruk. Salah satunya penyalahgunaan narkoba. Narkoba dapat membawa pengaruh buruk yang besar bagi penggunanya. Sekali mereka mencoba, lama-kelamaan akan ketagihan dan membuat mereka tidak dapat lepas dari pengaruh yang membuatnya menjadi pemakai narkoba.

Dalam dunia kedokteran, psikotropika hanya boleh digunakan untuk kepentingan medis tertentu. Contoh jenis psikotropika yang dapat digunakan untuk pengobatan adalah psikotropika golongan IV yang terdiri dari diazepam, nitrazepam, estazolam, dan clobazam. Psikotropika jenis ini memang memiliki efek ketergantungan yang tidak terlalu berat atau masih dalam kategori ringan, tetapi tetap saja harus sesuai dengan resep dokter. Jangan pernah mencoba melebihi dosis yang telah ditentukan atau membuat resep sesuai dengan keinginan hati.

Kasus penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai angka 2,29 juta orang dari 13 ibu kota provinsi di Indonesia. Kelompok kalangan pelajar rentang usia 15-35 tahun rawan penyalahgunaan narkoba,. Narkoba yang sering digunakan yaitu jenis dari narkotika. Narkotika adalah jenis zat atau obat baik itu yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang dapat memberikan efek samping berupa halusinasi, penurunan kesadaran pada seseorang, membuat kecanduan, dan lain-lain. Jenis narkotika yang banyak digunakan adalah ganja, shabu, ekstasi, morfin, dan jenis lainnya. Dalam jenis narkotika ini terdiri dari 5 golongan dengan tingkatan bahaya yang berbeda. Kebanyakan pengguna narkoba adalah laki-laki. Hal ini diakibatkan karena adanya tekanan dalam kelompok sebayanya, dimana jika tidak mencoba narkoba maka tidak dianggap sebagai pria sejati. Situasi ini membuat seseorang merasa terdesak, menjadi terpengaruh, dan mengharuskan untuk mencoba memakai narkoba. Tetapi, ada juga orang yang tetap pada pendiriannya dan tidak terbawa oleh pengaruh lingkungan atau teman sebayanya.

Tidak hanya Pria, Wanita bisa saja terjebak untuk menggunakan narkoba. Beberapa kasus yang terjadi dimana wanita menggunakan narkoba dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan stress, putus cinta, tidak ada tempat untuk mengadu, menyerah dengan keadaan, sulit tidur, dan beberapa alasan lainnya, yang sebenarnya tidak masuk akal tetapi hal itu membuatnya menyalahgunakan narkoba.

Narkoba secara hukum dilarang di Indonesia, baik itu menurut hukum negara atau hukum agama terutama bagi Agama Islam. Adapun konsekuensi atau hukuman bagi mereka yang menjadi pengguna maupun pengedar tertuang di dalam Pasal 111 sampai Pasal 126 UU Narkotika. Mereka tahu bahwa menyalahgunakan narkoba akan mendapatkan hukuman, tetapi mereka tetap mengabaikan peraturan tersebut. Pengguna narkoba dan pengedar dua sisi yang saling tergantung antara satu dengan yang lain. Pengedar memiliki banyak cara untuk menarik perhatian bagi penggunanya. Pengguna berbagai macam cara mencari pengedarnya.

Banyak dampak negatif yang ditimbulkan dengan mengkonsumsi narkoba terus-menerus. Dampak itu bisa secara langsung maupun tidak langsung. Dampak secara langsungnya yaitu gangguan jantung, hemoprosik, otak, paru – paru, pembuluh darah, dan lain-lain. Bisa menyebabkan depresi bagi penggunanya, karena ketergantungan akan menyebabkan gangguan jiwa, melakukan tindak kejahatan, tidak dapat mengontrol emosi, dan lain-lain. Selain itu, dampak tidak langsungnya yaitu pengeluaran yang besar untuk masa penyembuhan, kesempatan untuk meraih cita -cita menjadi hilang, pihak keluarga akan merasa malu karena ada anggota yang memakai barang haram (narkoba), dikucilkan dalam lingkungannya, meninggalkan kewajibannya untuk taat kepada Allah SWT, dapat menerima hukuman dari pihak yang berwajib, dan lain-lain.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba ini, yakni adanya Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.ID) yang dapat diakses melalui portal https://rean.bnn.go.id, Social Media Center (SMC) untuk melakukan pemantauan dan pengukuran di postingan media sosial mengenai P4GN (Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat setempat, dan lain – lain. Dalam hal ini, pemerintah mesti bertindak tegas menggerakan upaya-upaya yang sudah ada, agar masyarakat tidak lagi menyalahgunakan narkoba. Mulai dari hal-hal kecil seperti edukasi dari orang tua ke anak, edukasi dari pihak sekolah, orang tua selalu mengawasi perilaku anaknya agar terhindar dari lingkungan yang negatif, dan lain-lain. Meskipun hal ini dianggap biasa, tetapi memiliki pengaruh besar pada kehidupan mereka pengguna ataupun tidak pengguna narkoba.

Oleh sebab itu penulis menegaskan kembali bahwa narkoba merupakan barang haram yang dilarang oleh hukum untuk dikonsumsi, karena memiliki pengaruh atau efek samping yang buruk bagi tubuh. Narkoba mudah sekali menyerang remaja karena mereka belum bisa menentukan baik buruknya sesuatu yang dipilih atau dilakukan. Mereka dapat dengan mudah terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, karena pengaruh dari lingkungannya atau hanya sekedar penasaran akan rasanya. Para orang tua harus selalu memberikan perhatian dan edukasi tentang apapun itu khususnya narkoba kepada anak-anaknya. Peran dari lingkungan sekolah dan lingkungan tempat tinggal juga sangat berpengaruh bagi perilakunya. Jadi, jangan sampai salah memilih lingkungan atau pergaulan yang nantinya akan membuat pribadi menjadi buruk dan merugikan orang sekitar.

Related posts