Petunjuk Imunisasi di masa pandemi

Hnews.id | Sudah satu tahun semenjak kasus pertama Covid-19 di indonesia ditemukan, berbagai yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus Covid-19 yang tak kunjung usai. Covid-19 merubah segalanya, hingga berimbas pada jadwal penting imunisasi di Indonesia. Banyak dari orang tua takut membawa anaknya ke pelayanan kesehatan, ke posyandu maupun ke Puskesmas,  untuk melakukan imunisasi, dikarenakan takut tertular virus Covid-19.

Apa itu imunisasi, dan seberapa pentingkah untuk melakukan imunisasi ?

Imunisasi merupakan proses memberikan kekebalan tubuh atau imun terhadap suatu penyakit, dengan cara dimasukannya sesuatu kedalam tubuh  agar tubuh menjadi kuat dan tahan terhadap penyakit yang berbahaya bagi seseorang (Yuni, 2014). Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan utama agar dapat terhindar dari penyakit tertentu yaitu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3-I). Imunisasi sangat berperan penting dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan pada anak, karena tidak hanya untuk melindungi diri melaikan juga melindungi lingkungan luas dalam upaya mengurangi resiko penyebaran penyakit. Menurut penjelasan dari Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi Dokter Spesialis Anak/ITAGI, banyak negara mengakui bahwa imunisasi sangat aman dan bermanfaat dalam mencegah sakit, kecacatan bahkan kematian.

Kebijakan pemerintah mengenai kesehatan tentang Imunisasi di masa pandemi

Menurut penjelasan Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF Pemerintah dan Kementerian Kesehatan, mengeluarkan panduan pelayanan di posyandu dan puskesmas. Dalam panduan tersebut terdapat empat point penting yang harus dilakukan, yaitu wajib menjaga jarak, adanya pemisahan antara pasien biasa dengan pasien Covid 19, jadwal imunisasi di atur agar tidak terjadinya penumpukan dan anjuran untuk menjaga protokol kesehatan 3M,  untuk semua masyarakat yang ada di lingkup puskesmas atau posyandu.

Pelayanan Imunisasi di masa pandemi

Berdasarkan penjelasan Junkis pelayanan imunisasi di masa pandemi Covid-19, bahwa penyelenggaraan imunisasi dilaksanakan sesuai prosedur kebijakan daerah setempat, berdasarkan analisis dari epidemiologi penyebaran virus Covid-19 dan cangkupan rutin imuniasai. Untuk penyelenggaraan alternatif imuniasai bisa di laksanakan di posyandu, Puskesmas, Puskesmas Keliling maupun pelayanan kesehatan lainya, dengan menerapkan protokol kesehatan berdasarkan prinsip PPI dan menjaga jarak aman antara  1-2 meter.

Masalahkah apabila terlambat dalam memberikan Imunisasi pada anak ?

Tidak ada kata terlambat untuk melakukan pencegahan selagi ada kemauan. Rizky Ika Safitri, Communication for Development Specialist UNICEF Indonesia menjelaskan bahwa meskipun imunisasi dasar lebih disarankan untuk tepat waktu, tetapi apabila imunisasi anak sempat tertunda akibat pandemi Covid -19, tidak mengapa karena perinsip dari imunisasi sendiri adalah lebih baik terlambat dan segara dilakukan dari pada tidak sama sekali dan makin terlambat. Pastikan  si kecil sehat sebelum dibawa Imuniasasi.

Langkah melakukan Imunisasi di masa pandemi

Di masa pandemi ini semua protokol kesehatan harus kita patuhi, agar terhindar dari virus Covid-19. Berikut beberapa panduan imunisasi anak di masa pandemi berdasarkan anjuran dari Kemenkes RI.

  1. Mencari tahu jadwal layanan imuniasai dengan cara menghubungi petugas.
  2. Perhatikan arahan dan protokol kesehatan yang berlaku di Puskesmas atau Rumah Sakit dan pastikan kondisi anak dan orang tua sehat.
  3. Jangan terlambat datang sesuai jadwal yang telah di berikan, agar tidak terjadi penumpukan dan tidak lupa menjaga jarak fisik.
  4. Menggunakn masker sesuai anjuran WHO, terkecuali anak yang berusia di bawah 2 tahun dan jangan lupa untuk mencuci tangan pakai sabun.
  5. Jika merasa kurang enak badan, tunda jadwal imunisasi sampai kondisi badan sehat kembali. Pastikan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  6. Perlihatkan data anak kita apabila ada jadwal yang imunisasinya  tertunda agar dapat di data oleh Puskesmas setempat.
  7. Sesuai prinsip safety injection setelah dilakukannya imunisasi, maka orang tua dan anak harus berada di pusat kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit, selama kurun waktu 30 menit.
  8. Tetap disiplin dan menerapkan 3M selama masih berada di fasilitas kesehatan, baik sebelum dan sesudah imunisasi.
  9. Jika semuanya sudah selesai, jangan lupa untuk mandi, baik anak maupun orang tua.
  10. Hubungi petugas kesehatan apabila ada sesuatu keluhan yang terjadi pasca sesudah Imunisasi.

Jadi menurut penulis, tidak perlu takut lagi membawa sikecil untuk melakukan imunisasi, selama kita mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Related posts