Sekilas Kelenjar Getah Bening

Hnews.idfoto/2021

Hnews.id | Pernah mendengar kelenjar getah bening? tentunya ini tidak asing bagi sebagian orang. Bagi yang belum mengenal sama sekali, yuuk ikuti informasi sekilas kelenjar getah bening. Bahwa kelenjar getah bening memiliki bentuk yang kecil, kelenjar getah bening tersebut tersebar di berbagai bagian tubuh seperti area leher, bawah dagu, ketiak, dan sela paha dan menjalankan peran penting dalam sistem kekebalan. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan manusia, dan dapat membantu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Dalam keadaan normal, kelenjar tersebut berperan sebagai penyaring cairan getah bening (limfe fluid), dan cairan getah bening akan beredar di dalam tubuh melalui pembuluh limfatik. Bila terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak untuk memberikan tanda adanya infeksi, dan setelah infeksi mereda kelenjar tersebut akan mengempis dengan sendirinya.

Meskipun kelenjar tersebut sering mengalami pembengkakan dengan adanya infeksi atau penyakit yang menyerang tubuh. Tetapi bukan berarti pembengkakan tersebut tidak membahayakan. Dalam beberapa kasus yang ditemui, terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening menandakan adanya penyakit kanker kelenjar limfoma hodgkin dan kanker kelenjar limfoma non-hodgkin.

Gejala penyakit kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening (lympha) merupakan keadaan pada saat kelenjar getah bening yang berisi sel darah putih mengalami pembesaran. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti berikut:

  • Kelenjar getah bening terasa keras dan nyeri saat ditekan
  • Area kelenjar yang mengalami pembengkakan akan terasa menjadi tidak nyaman
  • Demam yang tidak kunjung reda
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Terjadinya penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas
  • Mudah merasa lelah

Pengobatan penyakit kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening yang membengkak biasanya sembuh dengan sendirinya, terutama jika penyebab pembengkakannya ringan. Yang harus dilakukan hanyalah beristirahat, minum banyak cairan dan mengkonsumsi obat antibiotik bisa menjadi solusi terbaik. Tetapi apabila kondisinya telah kronis serta mengarah pada penyakit kanker kelenjar getah bening, maka segeralah periksakan diri ke dokter untuk diagnosis lebih lanjut. Biasanya dokter akan memberikan serangkaian pengobatan dan penanganan yang lebih serius, Dokter juga akan mengecek sifat benjolan. Misalnya, apakah benjolan menjadi keras atau lunak, lebih kecil atau lebih besar, benjolan akan bergerak atau tidak bisa bergerak, dan atau tidak akan terasa sakit. Benjolan yang melunak dan dapat bergerak biasanya disebabkan oleh infeksi. Pada saat yang sama, benjolan yang bengkak, nyeri, keras dan tidak bergerak di kelenjar getah bening, biasanya disebabkan oleh kanker yang telah menyebar ke kelenjar ini.

Berikut beberapa uji yang bisa dilakukan untuk menegaskan penaksiran pembengkakan kelenjar getah bening:

  • Pemeriksaan darah lengkap. Metode ini dapat  membantu dokter untuk mengevaluasi kesehatan pasien secara menyeluruh. Sejumlah kondisi seperti infeksi dan leukemia bisa terdeteksi melalui pemeriksaan ini
  • Biopsi. Metode ini dilakukan apabila dokter mencurigai kanker sebagai pemicu pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter akan mengambil sampel jaringan kelenjar serta menelitinya di laboratorium.
  • CT Scan dan pemeriksaan X-ray. Melalui kedua metode pemindaian ini, lokasi infeksi atau tumor yang menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening bisa terdeteksi.

Demikian penulis informasikan sekilas tentang kelenjar getah bening. Harapan penulis semoga para pembaca terhindar dari adanya kelenjar getah bening yang tidak terkendali. Hidup sehat dan bugar senantiasa dilakukan, dan jangan lupa berdoa.

Related posts