Kebijakan Pemerintah Menekan Peningkatan Kasus Covid-19 dan Respon Masyarakat

Kurva/2021

Hnews.id | Protokol kesehatan bukan lagi kata yang asing bagi masyarakat Indonesia. Sudah hampir 2 (dua) tahun, tak lepas dari kata-kata masker, jaga jarak dan perilaku mencuci tangan guna mencegah penularan virus Covid-19. Namun, seperti yang kita ketahui, hingga saat ini angka kejadian kasus Covid-19 terus bertambah dan mengalami peningkatan. Dimanakah letak permasalahannya? Apakah kepatuhan protokol kesehatan kurang diterapkan oleh kita?.

Berdasarkan data yang diperoleh dari laman covid19.go.id, jumlah penambahan kasus baru terkonfirmasi pada 19 Juli 2021 sebanyak 34.257 kasus dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 1.338 kasus. Angka tersebut masih tergolong tinggi mengingat pada tanggal tersebut merupakan menjelang hari terakhir berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi kebijakan yang diambil Pemerintah yang diharapkan dapat menekan angka kejadian kasus Covid-19  yang terus melonjak beberapa minggu terakhir.

Ditengah banyaknya upaya dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah guna menekan angka kejadian kasus Covid-19, peran serta masyarakat rendah dalam menerapkan protokol kesehatan. Masih sering ditemukan masyarakat yang enggan memakai masker dan tidak menjaga jarak diberbagai tempat. Hal tersebut tentunya akan memperbesar risiko terpapar Covid-19. Kepatuhan terhadap berlakunya Kebijakan PPKM juga belum sepenuhnya dirasakan dampaknya di masyarakat. Angka kejadian kasus yang masih terus meningkat ditambah lagi menurunnya tingkat ekonomi masyarakat membuat berlakunya PPKM Darurat dipertanyakan manfaatnya.

Melihat salah satu Negara yang sukses dalam mengangani Covid-19, Selandia Baru pada tanggal yang sama hanya terdapat penambahan 3 kasus baru terkonfirmasi. Apa yang menjadi kunci sukses Negara tersebut dalam menangani Covid-19?. Kebijakan yang tepat dan kedisiplinan masyarakat Selandia Baru ternyata menjadi kunci sukses dalam penanggulangan Covid-19. Kombinasi lockdown dan testing yang dilakukan Selandia Baru menurut jurnal the Lancet mampu mengidentifikasi rantai transmisi sebelum menyebar ke populasi yang rentan. Dengan penemuan kasus melalui pengujian dan pelacakan kontak, mengisolasi kasus baru dan karantina, Selandia Baru berhasil memutus rantai penularan virus Covid-19.

Related posts