Apa Itu Gagal Ginjal ?

foto:rs-alirsyadsurabaya/2021

Hnews.id | Gagal ginjal bukanlah suatu penyakit keturunan (hereditary), tetapi terdapat faktor resiko terkenanya gagal ginjal seperti hipertensi ataupun diabetes mellitus. Ginjal merupakan organ penting yang berada di dalam tubuh, dan berfungsi untuk menyaring metabolisme sel dalam darah dan membuangnya melalui urine, setiap hari ginjal menyaring darah sebanyak 120-150 liter. Jika fungsi ginjal berhenti, maka metabolisme sel dalam darah tersebut menumpuk didalam tubuh yang akan mengakibatkan penyakit gagal ginjal.

Gagal ginjal merupakan gangguan fungsi pada ginjal, dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Seseorang yang terkena gagal ginjal ini dikarenakan kurangnya asupan cairan dalam tubuh, atau dapat dikatakan minumnya kurang. Dalam sehari seseorang membutuhkan asupan cairan sebanyak 2 liter/hari atau 8 gelas dalam sehari. Apabila seseorang kurang mengkonsumsi cairan, dapat mengakibatkan dehidrasi (kekurangan cairan), dan ginjal dapat terganggu.

Penyakit gagal ginjal bukanlah penyakit yang menular tetapi merupakan penyakit yang mematikan apabila tidak segera diobati. Penyakit gagal ginjal ini diklasifikasi menjadi dua yaitu Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Gagal Ginjal Kronis (GGK). Dapat dikatakan Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah ketika seseorang menderita suatu penyakit ginjal kurang dari 3 bulan, dan gejalanya muncul secara tiba-tiba. Kondisi Gagal Ginjal Akut (GGA) apabila sudah terdeteksi oleh dokter dan segera diobati, maka dapat disembuhkan. Apabila sudah terdeteksi dan tidak segera di obati maka akan membahayakan nyawa seseorang tersebut. Kalau Gagal Ginjal Kronis (GGK) yaitu ketika seseorang menderita suatu penyakit ginjal lebih dari 3 bulan atau lebih. Seseorang yang terkena penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) harus segera di tangani oleh dokter dengan melakukan hemodialisa dan peritoneal dialisis. Hemodialisa ini adalah terapi pengganti fungsi ginjal sementara, sedangkan peritoneal dialysis ini menggunakan membran peritoneum sebagai channel untuk menyaring sisa-sisa metabolisme tersebut. Terapi medis ini berupaya untuk mempertahankan kualitas hidup seseorang yang ideal. Seseorang dapat dikatakan Gagal Ginjal Kronis (GGK) dengan gejala seperti mengeluarkan darah pada saat buang air kecil, sering buang air kecil di malam hari, kelelahan, hilangnya nafsu makan, tekanan darah yang tidak terkontrol, dan kehilangan berat badan. Jika seseorang atau anggota keluarga mempunyai gejala seperti diatas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar dapat langsung ditangani dan penyakit tersebut tidak tambah parah. Gagal Ginjal Kronis (GGK) dapat dilakukan dengan cara transplantasi ginjal atau cuci darah.

Seseorang dapat menderita penyakit gagal ginjal pada usia 65-74 tahun ke atas atau lanjut usia, namun pada usia remaja juga dapat terkena gagal ginjal, karena pada usia remaja zaman milenial ini, sebagian para remaja kurangnya beraktivitas, pola hidup yang tidak sehat seperti makan-makanan cepat saji (junkfood) apalagi banyaknya remaja yang tidak menyukai sayur-sayuran, lalu jarang berolahraga, selain itu remaja juga gampang stress dengan keadaan di sekililingnya, itu yang menyebabkan remaja dapat terkena diabetes dan hipertensi sejak dini, karena gagal ginjal merupakan faktor diabetes dan hipertensi. Pemeriksaan fungsi ginjal sangat penting dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit gagal ginjal, pemeriksaannya antara lain yaitu pemeriksaan darah lengkap dengan melihat kadar kreatinin, laju filtrasi glomerulus, dan ureum. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar pee. Jangan lupa selalu jaga pola hidup sehat agar kita semua terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Related posts