“Panic Buying” Saat Pandemi Covid 19

foto:xdana/2021

Hnews.id | Tepat pada tanggal 2 Maret 2020 pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia termasuk dalam daftar salah satu negara yang terpapar Corona Virus. Berdasarkan data Johns Hopkins CSSE, ada sekitar 118.745 orang yang terpapar Corona Virus di seluruh dunia dan penyebaran yang paling banyak terjadi di negara China. Seperti yang kita ketahui bahwa pada era keterbukaan informasi saat ini menyebabkan sebagian masyarakat merasa panik apalagi pada saat itu obat untuk Covid 19 belum ada. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus tersebut adalah dengan cara menjaga kebersihan dan menghindari kontak dengan orang yang terpapar virus corona. Banyak masyarakat yang setelah mendengar informasi itu dengan melakukan panic buying di berbagai pusat perbelanjaan seperti memborong secara berlebihan kebutuhan sembako, dll. Bahkan tidak jarang ada pelanggan yang berebut hingga menimbulkan keributan. Akibat dari panic buying masyarakat langsung berdampak pada lonjakan harga di pasar ritel. Kenaikan harga ini bisa mencapai 10% sampai 15% dibanding biasanya.

Panic buying bisa mengakibatkan kelangkaan ketersediaan barang. Artinya barang yang diperlukan untuk pencegahan covid 19 bisa saja sewaktu waktu habis. Hal ini yang malah nantinya dapat memperburuk keadaan. Maka dari itu pemerintah minta  masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Peran media sosial dan televisi juga sangat penting dalam pemberian informasi. Informasi yang diberikan  oleh pemerintah kepada masyarakat juga harus jelas dan sesuai dengan fakta agar tidak menimbulkan hoax di kalangan masyarakat. Selain itu pemerintah juga perlu memberikan edukasi untuk membangun masyarakat dalam mencegah penyebaran virus ini. Cara komunikasi pemerintah yang transparan kepada masyarakat dapat menciptakan kepercayaan terhadap kinerja pemerintah.

Tugas pemerintah dalam menjamin ketersediaan stok bahan pangan harus berjalan dengan baik. Selain itu dukungan dari produsen dan distributor sangat diperlukan. Menurut hemat penulis, apa yang dilakukan pemerintah itu sudah benar. Wajar saja jika ada masyarakat yang mengalami panic buying, karena panic buying merupakan respon alami seseorang untuk membeli barang secara berlebihan dalam kondisi panic ditambah dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ada baiknya sebagai masyarakat kita mematuhi apa yang disampaikan oleh pemerintah. Lagi pula pemerintah juga sudah menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan untuk masyarakat.

Related posts