Sistem Kesehatan Masyarakat dan Covid-19

foto:voaindonesia/2021

Hnews.id | Pandemi menjadi salah satu momok mengerikan dan tantangan baru di setiap negara di belahan dunia. Masa Pandemi memang sudah berlangsung hampir dua tahun lamanya sejak diumumkannya virus berbahaya yang telah memakan ratusan ribu korban jiwa. Virus asal Wuhan, Cina yang datang langsung meluluh lantakan seluruh sektor dunia mulai dari kesehatan, pendidikan, perekonomian hingga pelayanan serta kehidupan masyarakat pun ikut terganggu. Hal ini juga terjadi di wilayah Indonesia, selain berpengaruh bagi sistem pendidikan yang semula tatap muka berubah menjadi daring (dalam jaringan) ini juga sangat berpengaruh bagi seluruh sektor lainnya, bahkan pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan untuk memutus rantai penyebaran dengan membatasi beberapa kegiatan yang dapat mendatangkan kerumunan, gerakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak hingga menyerukan masyarakat untuk wajib vaksin.

Menurut Menteri Kesehatan, untuk bulan Agustus ini Indonesia telah mendatangkan 72 juta dosis vaksin. Vaksinasi menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk melawan penyebaran Covid-19, bahkan sudah hampir 42 Juta orang sudah mendapatkan hak vaksinnya mulai dari orang tua hingga remaja. Untuk menyerukan vaksinasi ini pun Pemerintah juga memiliki target penerima dosis vaksin sebanyak 200 juta orang, hal ini juga telah disesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia. Tetapi, untuk menyebarkan vaksin ini pun membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat vaksin yang datang pun sedikit demi sedikit dan wilayah Indonesia luas sehingga harus bergantian.

Mengingat angka kematian dan pasien terkonfirmasi Covid-19 pun terus meningkat bahkan hanya hitungan jam saja. Hal ini dibuktikan dengan adanya sumber data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas) pada Sabtu 31 Juli 2021 lalu yang menyatakan bahwa kasus terkonfirmasi positif bertambah sebanyak 37.284 kasus dalam kurun waktu 24 jam saja. Dengan peningkatan yang pesat inilah yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 3,5 juta orang. Namun, di balik kasus terkonfirmasi positif Corona, adapun beberapa peningkatan dalam kasus pasien sembuh yang jumlahnya mencapai 39.372 orang. Sehingga jumlah keseluruhan pasien sembuh Covid berjumlah 2,7 Juta orang. Akan tetapi, angka dan jumlah pasien yang meninggal setelah terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 juga bertambah. Pada akhir bulan Juli 2021 lalu ada sekitar 1.808 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam satu harinya. Angka kematian ini pun tak pernah turun, selalu meningkat sejak awal pandemi berjumlah 94 ribu kini menjadi 545,447 kasus aktif kematian karena Covid-19.

Adanya kelonjakan kasus ini pun yang akan berdampak buruk terhadap sistem Kesehatan Indonesia. Mengingat beberapa Rumah Sakit pun ikut angkat tangan karena kehabisan ruangan perawatan bagi pasien Covid-19, bahkan tak jarang berita kematian dokter pun ikut menjadi kesedihan tersendiri. Bukan hanya itu saja, beban bagi tenaga medis pun akan ikut bertambah seiring adanya kenaikan kasus terkonfirmasi terpapar Corona.

Selain beban tenaga medis bertambah, ini juga akan berdampak buruk bagi sektor Kesehatan masyarakat lainnya terutama bagi mereka yang tengah sakit selain Covid-19.

Selain Kesehatan Ibu yang menjadi pusat perhatian selama pandemi ini, kesehatan mental pun juga perlu ditangani mengingat bukan hanya sektor pendidikan dan kesehatan saja yang melemah tetapi perekonomian juga ikut menurun drastis, tentu membuat masyarakat menengah ke bawah menjadi kesulitan untuk mencari bahan pangan. Hal ini lah yang menjadi masalah serius yang wajib di tangani karena ini berpengaruh terhadap kesehatan mental masyarakat.

Related posts