Motivasi, Peningkatan Kesembuhan Pasien Covid-19

foto:pasuruankab/2021

Hnews.id | Berdasarkan informasi dashboard yang dikeluarkan tanggal 11 Agustus 2021 jam 06.00 oleh Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyatakan Kumulatif Pasien telah pulangkan berjumlah 94.179 orang. Adapun kasus konfirmasi pasien Covid-19 yang sembuh berjumlah 89.807 orang. Sehingga persentase pasien sembuh mencapai 97% dari jumlah kumulatifnya. Masih ada 3% dimana angka tersebut berupa pasien perburukan dan pasien meninggal.  Untuk memenuhi angka kesembuhan maksimal perlu adanya motivasi untuk meningkatkan kesembuhan pasien lainnya, terutama untuk pasien gejala ringan hingga sedang.

Kenapa perlu adanya motivasi untuk meningkatkan kesembuhan ?

Selain selalu menerapkan protokol kesehatan seperti menjauhi kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan, menggunakan masker. Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri. Motivasi merupakan komponen yang menggerakan, mengarahkan atau menyalurkan tingkah laku, menopang dan menjaga tingkah laku.

Proses pemulihan yang paling penting adalah kesehatan jiwa, yang merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan imun tubuh sehingga motivasi dan tingkat kesembuhan akan semakin optimal. Adapun beberapa caranya yaitu :

  • Menghindari sifat reaktif yang berarti memiliki kecemasan dan kepanikan kemudian memiliki reaksi tegang, agresif terhadap keadaan yang terjadi. Contohnya membeli masker, handsanitizer, dan makanan yang kuantitasnya berlebihan.
  • Melatih bersikap responsif dimana sikap mental yang tenang, terukur, mencari tahu apa yang harus dilakukan dan memberikan respons yang tepat dan wajar. Sikap tersebut dapat dikembangkan agar tidak terjadi masalah kesehatan jiwa dan psikososial. Misalnya, mencari tahu terkait info yang beredar tentang mengobati covid dengan obat tertentu seperti yang viral di media sosial.
  • Meningkatkan kegiatan keluarga yang konstruktif dalam menguatkan ikatan emosional dah keharmonisan. Misalnya, keluarga selalu mengingatkan akan pentingnya ibadah, belajar, bercakap-cakap dan berkreasi.
  • Mengurangi stresor untuk membuka media sosial terutama mencari tahu tentang berita Covid-19 tanpa mengetahui kebenaran dari informasi tersebut.
  • Rutin melakukan relaksasi fisik, diantaranya; tarik nafas dalam, relaksasi otot, olah raga secara rutin mengikuti senam aerobik atau joging santai.
  • Mengutamakan berfikir positif dengan afirmasi/positive self talk, mengucapkan pernyataan tentang diri sendiri, keluarga, kehidupan dan lainnya. Jika ada pikiran negatif yang mengganggu jangan biarkan berlama-lama langsung katakan stop.
  • Mempertahankan dan meningkatkan hubungan interpersonal dengan orang lain, seperti saling menyapa, memberi pujian/penghargaan dan harapan, berbagi cerita positif melalui media sosial, berbagi perasaan dan pikiran pada orang yang dapat dipercaya.

Pentingnya kesehatan jiwa merupakan faktor pendukung dalam kesembuhan pasien yang sedang menjalankan isolasi yang jauh dan terpisah dari ruang lingkup sehari-hari. Walaupun gejala dan pemulihan masing-masing orang berbeda, namun peningkatan imun dari dalam jiwa akan mempengaruhinya. Pelayanan psikologi dapat diberikan untuk mendukung kondisi psikologis pasien, layanan psikologi dapat berbentuk KIE, PFA, telekonsuling maupun pemberdayaan komintas atau bisa diakses di link : http://bit.ly/himpsieducovid dan ikuti panduannya.

Related posts