Semangat Warga Mandrajaya Dalam Vaksinasi Covid-19

foto:dokumentasi pribadi/2021

Hnews.id | Masyarakat di selatan pulau jawa sebenarnya bersemangat tinggi untuk melakukan Vaksin Covid-19. Namun, keterbatasan berbagai fasilitas, termasuk fasilitas kesehatan yang ada, jauh sangat minim di bandingkan dengan lokasi dan jumlah penduduk di daerah tersebut. Perlu terobosan untuk mengatasi masalah klasik ini. ”sebenarnya kita masyarakat bukan tidak mau di Vaksin Covid-19 tapi di karenakan jarak dan akses transportasi untuk mencapai fasilitas kesehatan tersebut sangat minim”. Kalimat itu dilontarkan Aldi salah satu warga di desa mandrajaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kepada penulis saat akan menyeberangi sungai muara sungai pantai ciletuh.

Semangat para warga tecermin dari perilaku para warga yang semangat akan mengunjungi fasilitas kesehatan yang di tunjuk oleh pemerintah di kawasan geopark ciletuh. Para warga itu berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB agar dapat nomor antrian karenakan keterbatasan Vaksin. Pagi mereka bergegas karena harus mencapai lokasi fasilitas kesehatan yang berada cukup jauh dari desa. Selama sekitar 20 menit mereka menyeberangi sungai muara ciletuh, di karenakan jembatan penghubung yang menghubungkan desa tersebut dengan desa yang lain belum di lirik oleh pemerintah setempat. Perjalanan itu ditempuh dengan penuh semangat dan candaan terlihat saat sedang menyeberang.

Aldi mengisahkan, bukan jarak dan transportasi yang menghalangi warga Mandrajaya saat akan di vaksin Covid-19. Penghalangnya adalah tenaga kesehatan yang minim di daerah tersebut serta pasokan vaksin yang belum optimal. Setelah berjibaku menempuh perjalanan, para warga itu sering kehabisan vaksin saat akan dilakukan penyuntikan vaksin. Vaksin yang datang dari provinsi tidak memadai akan jumlah warga yang ada. Akhirnya, mereka dengan muka tertunduk harus pulang lagi ke rumah masing-masing, Kenyataan itu menyesakkan dada. Aldi berharap agar pemerintah daerah bisa memasok vaksin yang lebih banyak lagi. Adapun pihak Dinkes daerah Kabupaten Sukabumi berpendapat keterbatasan vaksin tersebut di karenakan luasnya wilayah Kabupaten Sukabumi, dan ketersediaan vaksin dari pusat terbatas menjadikan kurang efektifnya penyuntikan vaksin di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.

Related posts