Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Remaja Jompo Indonesia?

Gb.Instagram @litterally.bercanda

Hnews.id | Remaja jompo Indonesia menjadi pembicaraan hangat di media sosial beberapa waktu lalu. Bermula dari candaan yang mengacu pada banyaknya remaja berusia 20-an tahun yang mudah merasa lelah secara fisik. Namun secara tidak terduga, ternyata banyak remaja lain yang juga mengalami hal serupa. Mengapa itu bisa terjadi?. Memasuki usia 20-an tahun normalnya memiliki fisik yang matang dan kuat. Bagi wanita, fisik di usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk mengonsumsi asupan kalsium dan vitamin D dengan diiringi olahraga teratur untuk merangsang pertumbuhan sel tulang menjadi lebih baik. Sedikit berbeda bagi laki-laki, definisi fisik yang kuat dan matang di usia 20-an ini adalah tubuhnya mampu digunakan untuk bekerja dengan tekanan sedang hingga berat karena fisik mereka di umur ini sangat bagus untuk digunakan bekerja.

Tetapi di Indonesia sebaliknya, jika dilihat secara teliti di media sosial para “Remaja Jompo” ini selalu membawa starterpack berupa obat-obatan yang memungkinkan mereka butuhkan suatu waktu. Obat-obatan ini umumnya terdiri dari vitamin, minyak angin, koyo, salep penghangat, dan sebagainya. Merasa pusing dan cepat lelah bisa terjadi karena salah satu efek pandemic Covid-19 yang membuat segala pekerjaan dilakukan di rumah saja. Hampir dua tahun berjalan, duduk menatap layar laptop, computer atau  handphone selama berjam-jam, atau waktu lebih sering dihabiskan dengan tidur setiap harinya. Terlalu sering rebahan dan jarang melakukan sesuatu menjadi penyebab utama cepat lelah. Hal ini disebabkan karena malasnya bergerak mempengaruhi kekuatan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis (Silent Disease). Tanda-tanda osteoporosis yang harus diperhatikan :

Tinggi badan mengalami penyusutan

Profesor dari University of Chicago mengatakan bagi seorang wanita, kehilangan satu setengah inci, dan bagi laki-laki kehilangan dua inci dapat menjadi tanda osteoporosis. Berkurangnya kepadatan tulang diakibatkan minimnya zat mineral dapat mempengaruhi penyusutan tinggi badan.

Nyeri sendi dan tulang

Encok adalah kata lain yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menyatakan nyeri sendi dan tulang. Rasa nyeri ini biasanya timbul ketika hendak bangun dari tidur atau bangkit dari posisi duduk dari kursi.

Lemahnya kekuatan tangan untuk menggenggam

Melemahnya genggaman tangan bisa diakibatkan karena massa tulang yang berkurang.

Kuku lemah dan rapuh

Komposisi yang ada pada kuku itu sama dengan komposisi tulang yang terbentuk oleh kalsium. Jadi, jika kuku melemah atau rapuh bisa menjadi kemungkinan mengalami osteoporosis karena kurangnya asupan kalsium.

Rentan Patah Tulang

Karena kurangnya kepadatan tulang dapat berdampak pada kondisi medis yang berisiko patah tulang.Tanda-tanda Silent Disease di atas bisa terjadi karena malas bergerak, pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Merokok, bergadang, dan tidak olahraga adalah penyebab yang sering terjadi pada usia remaja. Bagaimana caranya kita menghindari Osteoporosis dini?. Hal ini dapat kita cegah dengan beberapa hal yang mudah dan perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut :

  1. Berhenti merokok, merokok membuat anda lebih rentan terkena osteoporosis karena kandungan yang ada dalam rokok dapat merusak sel tulang.
  2. Penuhi asupan nutrisi, penting hal nya bisa memenuhi nutrisi untuk membantu memperkuat tulang. Asupan nutrisi penting dan bagus untuk tulang dengan memperbanyak makanan dan minuman yang mengandung tinggi kalsium, vitamin D, protein, magnesium, dan zat besi.
  3. Mengatur pola hidup sehat, bergerak dan berolahraga, tidak sering bergadang dapat membantu memperkuat kepadatan tulang dengan memberi tekanan pada tulang.

Tapi ternyata, bukan hanya itu saja. Remaja Indonesia juga sering mendapatkan serangan darah rendah yang disebabkan oleh terlalu sering rebahan. Tekanan darah rendah atau disebut hipotensi dalam dunia medis menunjukkan kondisi seseorang dengan angka tekanan darah kurang dari 90/60 mmHg. Orang yang mengalami serangan darah rendah memiliki  ciri-ciri seperti kelelahan, mual, pusing hingga pingsan. Jenis hipotensi yang kemungkinan besar dialami oleh remaja yaitu hipotensi ortostatik.

Hipotensi Ortostatik biasanya terjadi setelah rebahan atau duduk dengan waktu yang lama dan ketika hendak berdiri tubuh tiba-tiba merasa lemas, seperti akan pingsan, pusing, dan mata berkunang-kunang, bahkan membuat sakit kepala. Nah, hal ini disebabkan ketika kita rebahan atau duduk dengan waktu yang lama, darah itu banyak berkumpul di kaki. Sehingga ketika anda tiba-tiba berdiri, darah belum mengalir sempurna ke jantung. Lalu munculah gejala atau perasaan tersebut pada tubuh anda.Untuk kasus yang sederhana, cara mengatasinya pun terbilang mudah, yaitu :

  1. Bangun untuk berdiri secara bertahap atau pelan-pelan.
  2. Minum air 2 – 2,5 L dalam 24 jam
  3. Konsumsi garam dapur 1-2 sdt/hari
  4. Hindari minum alkohol.

Jadi, karena permasalahan “Remaja Jompo” ini umumnya masih terbilang bisa diatasi dengan cara yang mudah, agar tidak ada Ikatan Remaja Jompo Indonesia diharapkan untuk para remaja Indonesia agar menerapkan pola hidup sehat, pola makan sehat, dan olahraga yang teratur meskipun kita masih berkegiatan menghabiskan waktu di rumah saja selama pandemic ini. Pada akhirnya, kesadaran diri individulah yang mengatur apakah kita akan menjadi bagian dari Remaja Jompo atau tidak.

Related posts