Apakah yang dimaksud vaksin itu? Ayo vaksinasi covid 19

Gb.koleksipribadi/2021

Hnews.id | Vaksin adalah Produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme atau bagiannya atau zat yang dihasilkannya yang telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu (www.kemkes.go.id).

Vaksinasi adalah Pemberian vaksin dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan.

Prinsip Kerja Vaksin

Vaksin bekerja dengan cara menyediakan antigen atau zat yang dapat menginduksi sistem kekebalan tubuh sebagai pertahanan melawan infeksi dalam mengenali dan melawan virus. Selanjutnya, antigen tersebut akan dikenali oleh salah satu sel tubuh bernama Antigen Precenting Cell (APC) yang kemudian akan menginduksi salah satu sel darah putih yaitu sel T sitotoksik, sel T helper dan sel B. Kemudian terakhir, Sel B ini dikenal sebagai sel memori yang akan merekam dan memproduksi antibodi yang nanti nya berguna dalam melawan virus sesungguhnya ketika tubuh terinfeksi. (vaccine-safety-training.org)

Apakah vaksin COVID-19 itu dipastikan aman?

  • Vaksin yang diproduksi massal sudah melewati proses yang panjang dan harus memenuhi syarat utama yakni: Aman, Ampuh, Stabil dan Efisien dari segi biaya.
  • Aspek keamanan vaksin dipastikan melalui beberapa tahapan uji klinis yang benar dan menjunjung tinggi kaidah ilmu pengetahuan, sains dan standar-standar kesehatan.
  • Pemerintah hanya menyediakan vaksin Covid-19 yang terbukti aman dan lolos uji klinis, serta sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari BPOM RI

Keamanan Vaksin

Kementerian Kesehatan telah memperluas cakupan program vaksinasi COVID-19  bagi ibu hamil, untuk menekan angka resiko penularan, bahkan kematian akibat COVID-19 pada ibu hamil“ Surat Edaran No. HK 0201/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil dan Penyesuaian Skrining dalam Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19”).

Syarat yang harus dipenuhi  ibu hamil:

  • Usia kandungan tidak kurang dari 13 minggu,
  • Idealnya adalah antara 13 – 33 minggu
  • Tekanan darah normal
  • Tidak sedang menjalani pengobatan dan
  • Jika memiliki kormobid harus dalam kondisi terkontrol
  • Tidak punya gejala atau keluhan pre eklampsia

Secara biologis dan klinis tidak menimbulkan resiko bagi bayi dan anak yg menyusui, serta bayi dan anak yang menerima ASI perah. Antibodi yang dimiliki ibu setelah vaksinasi dapat memproteksi bayi melalui ASI

Syarat yang harus diperhatikan akan divaksin:

  1. suhu tubuh di bawah 37,5 C
  2. tidak demam atau batuk selama 7 hari terakhir
  3. Tidak kontak dengan penderita Covid0-19 dalam waktu 14 hari terakhir
  4. Tekanan darah < 180/110 mmHg
  5. Memenuhi persyaratan sesuai skrining riwayat kesehatan sebelum vaksinasi

Apa yang yang harus diperhatikan ketika di vaksin yaitu:

Sebelum di vaksin:

  • Mencari informasi yang akurat bisa melalui Kementrian Kesehatan, WHO, dan lainnya.
  • Berkonsultasi dengan dokter tentang kesehatan
  • Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan bugar.

Saat di vaksin :

  • Ikuti protokol kesehatan
  • Berterus terang tentang kondisi saat ini pada saat skrining kesehatan pada petugas.

Sesudah di vaksin :

  • Simpan bukti vaksinasi (sertifikat)
  • Ikuti prosedur pemantauan
  • Tetap mengantisipasi reaksi vaksin ( Nyeri pada area injeksi, sakit kepala, nyeri sendi, menggigil, demam ringan, dan rasa lelah).
  • Tetap melakukan protokol kesehatan
  • Pola hidup sehat dan konsumsi vitamin

Berapa lama kekebalan penuh akan timbul setelah vaksinasi Covid-19?

Respon imun mulai terbentuk setelah dosis pertama, namun tidak cukup kuat dan membutuhkan booster dengan dosis kedua. Efektivitas vaksin Covid-19 dalam memberikan perlindungan penuh sekitar 7 – 14 hari setelah pemberian dosis ke dua. Oleh karena itu kita masih bisa sakit Covid-19  dan menularkan kepada orang lain sebelum memasuki masa perlindungan penuh, jadi setelah vaksinasi harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

Related posts