Mampukah Kaum Muda Bertahan dari Penyalahgunaan Narkoba di Masa pandemi?

Sumber:puspensos.kemensos.go.id/2021

Hnews.id | Narkoba adalah  singkatan dari narkotika dan obat berbahaya lainnya. Istilah ini yang dikenal khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Istilah ini juga mengacu pada sekelompok zat yang memiliki resiko kecanduan bagi penggunanya.  Jika di konsumsi dengan cara dihirup, diminum atau di suntik dapat mengubah pikiran, suasana hati, penasaran yang berlebihan.

Hingga penyebaran narkoba hampir tidak bisa dicegah, mengingat hampir seluruh dunia sangat mudah untuk mendapatkan narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggug jawab. Narkoba telah mejadi ancaman yang sangat mengerikan bagi generasi muda yang berarti  juga menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa Indonesia. Generasi muda yang seharusnya menjadi ujung tombak pembangunan justru bisa menghancurkan tongkat estafet masa depan bangsa jika sudah mengenal narkoba. Narkoba tidak hanya merusak mental dan kesehatan penggunanya, tetapi juga merusak sistem saraf dan beberapa organ tubuh lainnya.

Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Bukan hanya itu narkoba bisa mematikan kreativitas anak bangsa. Generasi muda semestinya memiliki daya kreativitas tinggi. Jika ini terus terjadi maka mereka akan kehilangan daya kreativitas. Tidak hanya itu narkoba ini perlahan-lahan akan mematikan sel-sel otak mereka sehingga lama kelamaan otak tidak mampu  berkreasi. Dampak lain yang akan muncul dari penggunaan narkoba yaitu menciptakan generasi kriminal. Para remaja yang sudah terjerat ke dalam jurang narkoba ini terus-menerus dipaksa untuk memenuhi keinginan mereka terhadap narkoba. Akibatnya, mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan barang haram, termasuk dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum, tindakan kekerasan, tindakan criminal dan lain sebagainya contohnya seperti mencuri, merampok, menipu bahkan membunuh. Semua yang dilakukan itu tidak lain karena narkoba yang telah merusak otak dan jiwa mereka.

Upaya pemerintah dalam mengatasi maraknya peredaran narkoba di tengah wabah pandemi covid-19 ini memiliki tantangan tersendiri.  Peredaran narkoba yang sebelumnya dilakukan secara nyata di tempat-tempat hiburan misalnya kini telah menyasar dari rumah ke rumah, bahkan ke kampung yang memiliki padat penduduk.  Peredarannya pun diprediksi banyak melalui online dan mudah didapatkan, karena itu  perlu pengawasan yang lebih ketat. Disisi lain lingkunganpun sangat mendukung. Disinilah peran orang tua sangat penting untuk memberi arahan yang positif  tentang pemahaman dalam upaya pencegahan narkoba. Upaya sosialisasi bahaya narkoba yang biasanya dilakukan dengan menghadiri massa besar tentunya tidak dapat dilakukan sementara waktu. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial yang ada, melakukan kegiatan yang positif, tidak memberi ruang waktu untuk  melakukan hal negatif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *