Fahira Idris: Dinamika Pandemi Masih Tinggi, Kita Masih Harus Hati-hati

Hnews.id | Kondisi kasus aktif Covid-19 yang sempat mulai naik di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 mulai 4 hingga 17 Januari 2022. Kebijakan ini harus ditempuh agar penambahan kasus aktif bisa dikendalikan dengan efektif dan sebagai peringatan kepada semua pihak bahwa walau situasi pandemi relatif terkendali, tetapi dinamika pandemi masih tinggi sehingga kita semua masih harus berhati-hati.

Anggota DPD RI yang juga Senator Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, sebagai gerbang utama pintu masuk negara, Jakarta akan selalu menemui tantangan dalam mempertahankan penurunan kasus aktif. Seperti yang terjadi saat ini, mayoritas penambahan kasus aktif yang terjadi di Jakarta berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Artinya, kewaspadaan warga Jakarta harus lebih ekstra mengingat saat ini situasi global sedang tidak baik-baik saja karena di banyak negara sedang terjadi lonjakan kasus terutama akibat varian Omicron.

“Kita warga Jakarta punya tantangan lebih besar dalam menghadapi pandemi ini karena menjadi pintu masuk utama negara atau perjalanan internasional. Jika melihat data-data di mana varian Omicron sudah tersebar di 110 negara dan di banyak negara terutama di Amerika dan Eropa terjadi lonjakan kasus maka kewaspadaan kita harus semakin ditingkatkan. Ini karena situasi pandemi secara global pasti juga akan mempengaruhi situasi di Indonesia terutama di Jakarta. Dinamika pandemi ini terutama situasi global masih sangat tinggi, kita masih harus hati-hati. Saya berharap kita semua mematuhi berbagai aturan PPKM Level 2 di Jakarta,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (7/1/2022).

Menurut Fahira, jika melihat situasi global saat ini dan sudah ada kasus transmisi lokal Omicron di Indonesia, sangat penting bagi Jakarta dan semua daerah di Indonesia untuk memantau situasi epidemiologis di daerahnya masing-masing. Kewaspadaan perlu ditingkatkan jika terjadi peningkatan kasus dan jika munculnya kluster-kluster besar ataupun jika menemukan kasus dengan riwayat vaksinasi ataupun reinfeksi.

“Pemantauan situasi epidemiologis ini penting untuk dapat melihat potensi munculnya varian-varian atau identifikasi varian Omicron di daerah-daerah sehingga dapat segera dilakukan upaya surveilans. Upaya-upaya pengendalian seperti pelacakan kontak, testing dan karantina ataupun isolasi harus kembali digiatkan. Sekali lagi, pandemi ini belum berakhir, kita masih harus berhati-hati,” pungkas Fahira.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Covid-19. Kepgub yang ditandatangani pada 3 Januari 2022 memuat sejumlah pembatasan salah satunya mengatur kegiatan perkantoran nonesensial untuk kerja dari kantor atau work from office (WFO) dengan kapasitas 50 persen. Selain itu, warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, dan sejenisnya diizinkan buka dan menerima makan di tempat hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50 persen. [ary]

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.