Inovasi Buku Monitoring Pengawasan Bantuan

Sumber : Koleksipribadi/2022

(Monitoring dan Verifikasi Pelayanan Kesehatan bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan)

Hnews.id | Kementerian Sosial memiliki program percepatan penanggulangan kemiskinan melalui Direktorat Jaminan Sosial Keluarga yang sering disebut dengan Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan adalah sebuah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga prasejahtera yang telah ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebagai bantuan sosial bersyarat, PKH memberikan akses layanan kesehatan bagi Ibu hamil, lansia dan Balita untuk dapat mengakses layanan kesehatan melalui pendampingan oleh tenaga Pendamping Sosial yang telah direkrut oleh Kementrian Sosial dan ditempatkan diberbagai wilayah seluruh Indonesia.

Selain akses layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita, PKH juga memberikan fasilitas akses layanan pendidikan bagi komponen anak sekolah SD sampai SMA dan layanan kesehatan bagi komponen kesejahteraan sosial yaitu Lansia dan Disabilitas. Program PKH dinilai sangat mendorong perubahan perilaku keluarga prasejahtera kearah yang positif, hal ini dikarenakan dalam kegiatan PKH adanya pendampingan, verivikasi, monitoring dan evaluasi serta kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga pada kelompok-kelompok yang selalu dilakukan oleh tenaga pendamping sosial.

Sumber : Koleksipribadi/2022

Mengacu dari Permensos nomor 1 tahun 2018 tentang Program Kelurga Harapan disebutkan dalam Bab II tentang hak dan kewajiban keluarga penerima manfaat (KPM) pasal 7a yakni “Keluarga Penerima Manfaat berkewajiban memeriksakan kesehatan sesuai protokol kesehatan bagi ibu hamil/ibu menyusui dan anak usia nol sampai enam tahun”. Salah satu tugas pokok dan fungsi Pendamping Sosial PKH dalam sektor kesehatan yakni melakukan pendampingan, verivikasi dan monitoring KPM ke fasilitas kesehatan. Pendamping Sosial PKH biasanya melakukan koordinasi dengan bidan desa setiap tiga bulan sekali untuk merekap jumlah  kunjungan KPM PKH ke posyandu, puskesmas maupun klinik bidan setempat guna sebagai acuan komitmen pencairan dana bantuan pemerintah yang diberikan kepada KPM.

Hal ini dirasa masih belum efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan, jika dilakukan setiap tiga bulan sekali dan hanya melakukan verivikasi saja dengan bidan desa dan pendamping sosial. Tujuan dari perubahan perilaku belum bisa terlihat, karena masih ada beberapa penerima program yang masih tidak melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin dan membawa balitanya ke posyandu untuk imunisasi dan pemeriksaan tumbuh kembang. Kemudian Pendamping berinisiatif untuk membuat buku monitoring bantuan sosial yang didalamnya terdapat monitoring kunjungan KPM ke fasilitas kesehatan dan pendidikan juga kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga yang setiap bulan dilakukan. Buku monitoring tersebut wajib dibawa ke posyandu sebulan sekali untuk melakukan pencatatan hasil pemeriksaan kesehatan, tumbuh kembang, imunisasi dan intervensi yang dilakukan oleh bidan baik pada komponen balita, komponen ibu hamil maupun komponen lansia.

Sumber : Koleksipribadi/2022

Setelah uji coba di kecamatan Parung Panjang tahun 2016 dan di dukung oleh Puskesmas Kecamatan Leuwisadeng pada tahun 2018, terjadi perubahan perilaku yang sebelumnya mereka terpaksa untuk hadir ke posyandu, kini menjadi sebuah kewajiban dan kesadaran khususnya di desa kalong dua pada tahun 2018-2020. Awalnya KPM melakukan kunjungan ke posyandu hanya sekedar saja karena untuk verivikasi agar bantuan PKH dapat dicairkan, dengan melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan, tanda tangan bidan juga cap bidan di catat dalam buku monitoring yang dibawa oleh KPM tiap kegiatan posyandu. Semakin lama kegiatan ini dilakukan ternyata menjadi sebuah kebiasaan dan menumbuhkan kesadaran. Pada akhirnya masyarakat penerima program PKH komponen kesehatan pun terbiasa untuk wajib hadir dan memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan setempat serta menyadari tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan. Kegiatan Posyandu ini juga dihadiri oleh pendamping sosial sebagai bentuk monitoring kunjungan KPM ke fasilitas kesehatan. Dengan Buku monitoring dapat membantu pendamping untuk melakukan verivikasi dan monitoring komitmen penerima program PKH secara efektif dan efisien juga membantu kader posyandu dan bidan desa untuk memantau status kesehatan ibu hamil, balita dan lansia penerima program keluarga harapan melalui kunjungan posyandu pada KPM PKH. Buku monitoring ini sudah diaplikasikan di tiga kecamatan di kabupaten Bogor untuk menunjang perubahan perilaku penerima program PKH khususnya dibidang kesehatan.

Related posts