Pandemi Covid-19 Dorong BPJS Kesehatan serta Hadirkan Inovasi dalam Pelayanan Digital

Sumber:bpjs-kesehatan.go.id/2022

Hnews.id | Covid-19 telah mendorong BPJS kesehatan dan serta menghadirkan berbagai jenis inovasi dalam penyelenggaraan jenis pelayanan digital, maka dari itu pandemi membuat cukup banyak seorang peserta program jaminan kesehatan nasional/kartu indonesia sehat (JKN-KIS) dan serta mengalami keterbatasan dalam mengakses pada layanan difasiltas kesehatan tersebut.  Pada kondisi tersebut saat mendorong BPJS kesehatan untuk mengambil langkah yang strategis dalam memastikan sebuah kesejahteraan serta kepuasan anggota dalam melalui inovasi layanan digital.

BPJS juga telah meluncurkan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan serta administrasi peserta tanpa adanya tatap muka atau seperti pelayanan administrasi melalui whatsapp, chat asisstant JKN, voice interactive JKN, atau BPJS kesehatan care center 165, dan juga pada layanan pengirim langsung pada akun sosmed resmi BPJS kesehatan.

ASEAN Social Association pada dalam “the 38th ASSA Reecognition Award tahun 2021” telah memberikan sebuah penghargaan kepada BPJS kesehatan serta inovasi dalam sebuah penyelenggaraan atau konsultasi kesehatan via online dan serta pelayanan administrasi. BPJS kesehatan selama covid-19 mengembangkan beberapa penyelenggaraan tentang suatu pelayanan konsultasi via online dengan beberapa dokter pada fasilitas kesehatan tingkat 1 (FKTP) atau melalui beberapa aplikasi seperti Mobile JKN dan JKN faskes.

Pada layanan tersebut sangat memudahkan peserta untuk berinterasi dengan beberapa seorang dokter difasilitas pelayanan kesehatan tersebut, dan memudahkan sebuah pemantauan serta perawatan stastus kesehatan peserta tersebut. Inovasi-inovasi pelayanan BPJS kesehatan tersebut, mendapatkan sebuah penghargaan dari beberapa kementerian pemberdayaan aparatur negara sebagai top 45 inovasi pelayanan publik pada tahun 2021. Pada masa sebelumnya BPJS pun mendapatkan sebuah penghargaan yang bergenerasi dari ASSA yaitu berupa sebuah aplikasi monitoring yang kerja sama dengan strategis.

Pada BPJS kesehatan juga mengembangkan beberapa kebijakan tentang sesuatu literasi untuk sebuah pelayanan obat kronis dan suatu program rujuk balik, dan dimana seorang dokter di FKTP dan FKRTL telah meresepkan sebuah obat selama 30 hari dengan sebuah tambahan 2 kali literasi, sehingga seorang peserta kronis dan dapat berkonsultasi dengan seorang dokter melalui telekonsultasi, dan selain itu juga terdapat pemantauan sebuah status kesehatan para peserta kronis oleh FKTP untuk pengendalian kondisi morbiditas peserta JKN tersebut. Dan sangat diharapkan kembali barbagai penyesuaian kebijakan yang berbasis ekosistem digital ini dapat meningkatkan suatu kualitas layanan pada peserta JKN/KIS. Selain itu, seluruh ekosistem digital JKN pun akan membentuk data besar JKN yang pada selanjutnya akan digunakan sebagai suatu sistem pengambilan sebuah keputusan yang berbasis data maupun baik oleh pihak internal maupun eksternal serta, tidak ada keterlibatan antara peneliti dan pihak peserta lainnya. Demikian sangat diharapkan agar dapat membantu pemerintah serta BPJS kesehatan untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang terbaik.

Related posts