Cegah Stunting Itu Penting

Sumber:glesungrejo.desa.id/2022

Hnews.id | Saat ini dunia sedang mengalami revolusi kelima atau disebut Society 5.0, dimana teknologi dan industri mulai menyentuh dunia maya berupa konektivitas manusia, mesin dan data. Industri 5.0 memperkenalkan teknologi produksi massal yang fleksibel, di mana mesin akan beroperasi secara mandiri atau bekerja sama dengan manusia.

Menghadapi revolusi kelima, dibutuhkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, sehingga generasi yang dihasilkan harus berkualitas tinggi agar dapat bertahan dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman industri yang semakin maju.

BKKBN juga telah mengalami perubahan yang disebut Re-branding, salah satunya adalah sasaran/sasaran program tersebut menyasar kaum milenial secara langsung. Untuk berhubungan dengan generasi muda, BKKBN harus beradaptasi dengan ekosistemnya. Oleh karena itu, mereka harus mempersiapkan diri sebelum memiliki keluarga dan menjadi orang tua. Dilengkapi dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, persiapan menjadi orang tua, 1000 hari pertama kehidupan, perencanaan generasi dan persiapan kehamilan.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan penyakit infeksi berulang, terutama yang terjadi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Periode 1.000 HPK ini dihitung sejak anak berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Mengacu pada definisi Kementerian Kesehatan, seorang anak disebut mengalami stunting bila panjang badannya menurut umur (PB/U) atau tinggi badannya menurut umur (TB/U) kurang dari -2SD (standar deviasi) dibandingkan dengan standar baku yang dikeluarkan WHO (WHO-MGRS/Multicentre Growth Reference Study). Kondisi stunting ini juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak dan kesehatan anak.

Salah satu program BKKBN yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi stunting adalah pembentukan Kelompok Pendukung Keluarga (TPK). Tugas utama TPK (Tim Dukungan Keluarga) adalah memberikan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan deteksi dini faktor risiko stunting. Tim tersebut akan bekerja di bawah koordinasi Penyuluhan Keluarga Berencana (PKB). TPK akan memberikan bantuan kepada tiga kelompok sasaran, yaitu calon pengantin, ibu hamil, balita dan anak kecil. Tugasnya adalah memantau dan mendidik kelompok sasaran untuk mencegah stunting.

Related posts