Atasi Tunggakan Iuran, BPJS Kesehatan luncurkan Program baru

Sumber:bekasikab.go.id/2022

Hnews.id | BPJS Kesehatan meluncurkan program baru sebagai upaya memberikan kemudahan kepada peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bernama Program Pembayaran Bertahap (REHAB). Rehab adalah program untuk membayar tunggakan iuran bagi peserta segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) dan bukan pekerja (BP) yang menunggak iuran lebih dari tiga bulan. Peserta JKN-KIS yang memiliki tunggakan sekitar 4 sampai dengan 24 bulan dapat membayar BPJS Kesehatan dengan membuat pilihan berupa berapa kali tunggakan iuran bisa dibayarkan sembari peserta tetap membayar iuran BPJS Kesehatan per bulannya. kartu JKN-KIS akan aktif saat peserta telah melunasi seluruh kewajibannya.

Berikut ini cara agar tunggakan bisa dicicil dengan program Rehab BPJS:

  1. Unduh aplikasi Mobile JKN di Google PlayStore atau AppStore
  2. Pilih menu “Program Rehab” dan masukkan informasi yang diminta
  3. Setujui syarat dan ketentuan serta hasil simulasi pembayaran
  4. Tagihan iuran akan otomatis berubah sesuai dengan besaran simulasi
  5. Bayar nominal tagihan iuran melalui kanal pembayaran yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan
  6. Pendaftaran dapat dilakukan sampai dengan tanggal 28 bulan berjalan kecuali pada Februari yang hanya bisa dilakukan hingga tanggal 27.

Beberapa aplikasi telah disediakan untuk mengetahui status BPJS Kesehatan salah satunya yaitu melalui Chatting whatsapp. Layanan Chat Assistant JKN (Chika) bisa dilakukan melalui format Chatting Whatsapp ke nomor 08118750400.

Salahsatu cara untuk cek tunggakan BPJS Kesehatan dengan Chat Chika melalui Facebook Messenger, Telegram, atau WhatsApp. Pilih “Cek Tagihan Iuran” dengan ketik angka 2. Selanjutnya, balas pesan dengan nomor peserta BPJS Kesehatan atau Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setelah mengetahui tagihan iuran peserta dapat membayar tunggakan melalui semua jaringan ATM, internet banking, ataupun mobile banking yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN. Selain itu dapat juga membayar di kantor pos, indomaret, atau alfamart, dan melalui e-commerce.

Tunggakan iuran BPJS dapat menyebabkan hambatan pelayanan kesehatan karena status peserta JKN-KIS Anda akan dihentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya sehingga pelayanan kesehatan menggunakan kartu JKN-KIS tidak bisa dinikmati. Selain itu hambatan lainnya adalah peserta akan dikenakan denda pelayanan jika menjalani rawat inap dalam kurun waktu 45 hari sejak dibayarkannya iuran tertunggaknya. Adapun rumus denda iuran BPJS kesehatan adalah denda sebesar 5% dari biaya diagnosis awal dikali jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan, dengan denda palling tinggi sebesar 30 juta rupiah sesuai Perpres no.64 Tahun 2020 Pasal 42 Ayat (6). Sebagai contoh, jika peserta kelas 3 menunggak selama tiga bulan dan tidak menjalani rawat inap. Peserta hanya perlu membayar kembali iuran yang tertunggak untuk bisa mengaktifkan kartu JKN-KISnya. Sementara, jika peserta kelas 3 menunggak selama 3 bulan dan harus menjalani rawat inap selama empat hari dengan biaya Rp6 juta dalam kurun waktu 45 hari setelah status kepesertaan diaktifkan kembali. Cara menghitung denda rawat inap BPJS yaitu: 5 persen x Rp6 juta x 3 = Rp900 ribu. Artinya, peserta yang ingin mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan harus melunasi iuran yang tertunggak dan denda sebesar Rp900 ribu.

Related posts