Inovasi Gisela (Gigi Sehat Lahiran Aman)

Hnews.id | Kesehatan adalah bagian terpenting dari kehidupan manusia, kesehatan fisik dan mental, tidak terkecuali ibu hamil. Untuk kesehatan gigi dan mulut yang optimal bagi bayi dan ibu hamil, pemeriksaan dan perawatan gigi secara teratur sangat penting.

Dalam studi observasional klinis, prevalensi penyakit periodontal pada kehamilan bervariasi dari 35% sampai 100%. Peradangan gusi secara bertahap meningkat selama kehamilan.

Pada wanita hamil, ketika hormon progesteron dan estrogen meningkat, begitu juga bakteri. Ibu hamil sering mengalami masalah yang mempengaruhi gigi dan mulutnya selama kehamilan, termasuk air liur yang berlebihan (air liur berlebihan), kerusakan gigi, gusi berdarah, dan radang gusi (radang gusi).

Ada potensi masalah yang cukup besar, dan yang utama adalah sebagian besar masyarakat belum mengetahui dan memahami pentingnya menjaga KESGIMUL (kesehatan gigi dan mulut) pada ibu hamil.

  1. Ibu hamil yang menderita infeksi periodontal, memiliki resiko terhadap terjadinya Bayi BBLR sebanyak 19,2 kali dibanding yang normal.
  2. Bahkan ibu hamil yang menderita gigi berlubang dan kerusakan gigi beresiko sering mengalami kontraksi dalam masa kehamilan preterm (20-36 minggu).

GISELA adalah singkatan dari Healthy Teeth, Safe Delivery, dan mungkin istilah tersebut masih terasa asing. Inovasi GISELA ini diluncurkan oleh drg.di Puskesmas Tanah Abang. 24 September 2021 Filosofi

GISELA melakukan pemeriksaan gigi secara berkala bagi ibu hamil sejak awal kehamilan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesadaran ibu hamil akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta menciptakan paradigma baru bagi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut.

Inovasi tradisional ini berperan penting dalam masyarakat di bidang kesehatan, khususnya kesehatan gigi dan mulut ibu hamil, keluarga atau masyarakat lainnya. Setidaknya dengan adanya “BUKU SAKU GISELA” yang dimiliki ibu hamil, semua informasi KESGIMUL jelas terekspos dalam informasi yang dibutuhkan ibu hamil dan masyarakat, dan dalam buku saat pasien harus kembali menguasai dan memahami apa yang dokter sedang mengambil tindakan. Memampukan ibu hamil dan masyarakat untuk meningkatkan dan meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut untuk mewujudkan Indonesia bebas karies sejak dini.

Related posts