Inovasi Alat Medis Femicam, Memudahkan Deteksi Kanker Serviks Sejak Dini

Hnews.id | Kanker Leher Rahim ( kanker Serviks) adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker serviks merupakan satu jenis kanker yang sering terjadi pada wanita . Umumnya kanker serviks berkembang secara perlahan. Pada stadium awal biasanya tidak menunjukkan gejala, namun ketika sudah memasuki stadium lanjut baru menunjukkan gejala yang serius.  Ada du jenis kanker serviks, sebagai berikut :

  1. Karsinoma sel skuamosa (KSS) adalah jenis kanker serviks yang paling sering terjadi. KSS bermula di sel skuamosa serviks, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.
  2. Adenokarsinoma adalah jenis kanker serviks yang bermula di sel kelenjar pada saluran leher rahim.

Di Indonesia kanker serviks menempati urutan kedua penyakit kanker setelah kanker payudara. Menurut data dari  Global Burden of Cancer (Globocan) yaitu dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kejadian penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dan total kematian mencapai 234.511 kasus.

Harapan hidup pasien kanker serviks tergantung pada stadium yang dilaluinya. Angka ini menunjukkan persentase pasien yang masih hidup 5 tahun setelah terdiagnosis kanker serviks.

Berikut angka harapan hidup penderita kanker serviks berdasarkan stadium yang dialami:

  • Stadium 1: 80–93%
  • Stadium 2: 58–63%
  • Stadium 3: 32–35%
  • Stadium 4: ≤16%

Pasien kanker serviks memiliki peluang pemulihan yang lebih baik jika kondisi ini diketahui lebih awal. Oleh karena itu, disarankan agar setiap wanita melakukan skrining kanker serviks secara teratur sejak usia 21 tahun atau setelah menikah. Alat deteksi kanker serviks biasanya dengan menggunakan Paspsmear dimana membutuhkan waktu yang lama dan sampel beresiko rusak sehingga dapat menyebabkan hasil pemeriksaan tidak akurat.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, pada bulan Maret tahun 2022, Kementerian Kesehatan melakukan gelaran inovasi kesehatan melalui Digital Transformation Office (DTO). Pada kegiatan tersebut terdapat tiga besar yang dikategorikan sebagai Best Innovators dipilih dari hasil penjurian antara lain Nalagenetics (Clinical Decision Support), Femicam (FEMICAM Medical Camera), dan Semudah Health (NIRGOMO).

Salah satu dari tiga kategori di atas memberikan sebuah inovasi baru dibidang teknologi kesehatan (health-tech) untuk deteksi dini kanker serviks yaitu Femicam (FEMICAM Medical Camera) merupakan kamera medis yang dibuat khusus untuk mendokumentasikan atau visualisasi dalam bentuk gambar hasil pemeriksaan pada bagian leher rahim (serviks).  Inovasi ini melihat apakah ada kelainan atau pertumbuhan  dini sel kanker pada serviks yang diperiksa. Penggunaan alat ini sangatlah mudah sehingga pengambilan keputusan medis lebih cepat ditegakkan. Dengan adanya inovasi alat femicam ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian wanita di Indonesia yang disebabkan oleh penyakit kanker Rahim (serviks).

Related posts