Rencana Membawa Inovasi Program Public Health Ke Masyarakat

Sumber:inovasi.or.id/2022

Hnews.id | Perkembangan yang sukses di bidang kesehatan masyarakat tetap menjadi fokus masyarakat dan praktisi kesehatan di seluruh dunia. Selain banyaknya penerapan strategi multidisiplin untuk memahami dan menyikapi perjuangan kesehatan dari perspektif pencegahan, promosi, dan pencegahan, kesehatan masyarakat saat ini menghadapi tantangan dalam menjaga keberhasilan kampanye secara berkelanjutan karena banyak kendala yang dihadapinya. Ketika pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan masyarakat dihadapkan pada masalah yang mengharuskan mereka untuk mengembangkan konsep baru untuk mengatasi situasi sulit dan mengambil risiko, paradigma keberlanjutan hasil kesehatan masyarakat (kelompok sasaran) (misalnya perubahan sikap, kejadian penyakit dan risiko partisipasi) dan Mengembangkan berkelanjutan , kemitraan multidimensi. Situasi ini pada akhirnya membutuhkan pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan masyarakat untuk mengembangkan dan menyebarluaskan praktik terbaik atau model perencanaan yang kompatibel. Namun, tuntutan tersebut belum didukung oleh kapasitas dan kreativitas yang memadai dari para pembuat kebijakan dan praktisi di bidang kesehatan masyarakat.

Model perencanaan yang kompatibel adalah contoh yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan spesifik tujuan atau warga negara. Untuk menghasilkan contoh desain yang kompatibel, perlu untuk mencari tahu. Inovasi tidak berarti selalu baru, tetapi merupakan terobosan dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi berdasarkan target kebutuhan. Discovery menjadi solusi yang relatif efektif ketika aplikasi inovatif dari apa yang terjadi mencegah proyek dari kegagalan dan memiliki dampak positif pada akhir proyek. Alasan perlunya contoh perencanaan yang kompatibel dalam kesehatan masyarakat didasarkan pada pertimbangan bahwa model perencanaan klasik (tradisional) masih dapat digunakan, tetapi pembuat kebijakan dan praktisi perlu melakukan percepatan melalui pengembangan hasil penelitian. Selanjutnya, model perencanaan klasik masih belum mampu mengatasi hambatan efektivitas proyek, yaitu:

1) Suatu proses perencanaan yang berjalan secara linier karena suatu solusi yang diberikan dipaksa untuk dilaksanakan dalam segala situasi dan situasi

2) Sumber pendanaan sangat terbatas dan tidak stabil, karena sangat bergantung pada pemerintah;

3) Penyaluran dana tidak dapat menjamin hasil pelaksanaan proyek.

Untuk mempermudah perencanaan yang inovatif (kompatibel) di bidang kesehatan masyarakat bagi pembuat kebijakan dan praktisi, Lister et al (2017) mengembangkan model inovasi di bidang kesehatan yang disebut Model Inovasi Kesehatan Masyarakat (PHIM). Model PHIM menggabungkan dan mengintegrasikan model pemikiran desain sektor swasta dengan model perencanaan klasik (tradisional), dengan fokus yang lebih besar pada hasil proyek. Inovasi yang dimaksud model PHIM adalah inovasi yang menyeimbangkan peran pemerintah, swasta, dan masyarakat dengan membandingkan model perencanaan pemerintah dan swasta.

Dua hal yang dapat diadopsi dari perencanaan sektor swasta (korporat) adalah: Pertama, pembuat kebijakan harus berbagi solusi inovatif. Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi dan iterasi, hal ini dapat dicapai dengan menumbuhkan pola pikir pemecahan masalah yang serius yang dimulai dari konsumen dan memperhitungkan kebutuhan manusia. Kedua, pembuat kebijakan dan praktisi harus mencari sumber pendanaan swasta yang dapat digunakan melalui CSR untuk mengadvokasi keberlanjutan pendanaan proyek. Selain itu, model PHIM memberikan beberapa strategi yang harus diperhatikan oleh pembuat kebijakan dan praktisi ketika menerapkan dan mengadopsi model ke dalam kegiatan atau acara sehari-hari. Strategi yang harus dilakukan untuk mencapai penemuan yang sukses adalah kolaborasi lintas sektor, pembinaan identitas komunitas, kemandirian (kemandirian) dan kreativitas. Kolaborasi silang bertujuan untuk membangun kemitraan dan berbagi risiko dan sumber daya sehingga mereka dapat mengatasi kendala sumber daya acara. Identitas komunitas menekankan pada dua prinsip yang harus diperhatikan, yaitu menciptakan kebutuhan masyarakat akan suatu proyek atau kegiatan, dan kedua mampu memahami tingkat penemuan dan dinamika yang tepat untuk menerjemahkan penemuan menjadi tujuan proyek. Swatantra menekankan kemandirian dan kemampuan untuk menemukan. Kreativitas adalah kemampuan untuk membangun inspirasi dan penemuan melalui kegiatan yang berbagi perspektif baru

Related posts